Dr Yogi Ahmad Erlangga, Ilmuwan Matematika Kelas Dunia dari Indonesia Minggu, 15 November 2015 - 13:02 | 391.52k Foto Dr. Yogi Ahmad Erlangga, Ilmuwan Matematika Dunia dari Indonesia.
DrYogi Ahmad Erlangga, Melalui riset Ph.D-nya, berhasil memecahkan rumus persamaan Helmholtz dengan predikat summa cumlaude. Berkat risetnya, pemrosesan data seismik seratus kali lebih cepat dibandingkan dengan metode yang melibatkan pengukuran 2 dimensi sebelumnya. Yogi juga membuat ribuan insinyur bisa bekerja lebih cepat untuk menemukan
Sedikitinformasi saja, di bidang pendidikan Dr. Yogi Ahmad Erlangga lulus cumlaude S1 di Fakultas Teknik Penerbangan, Institut Teknologi Bandung tahun 1998. Setelah itu, ia melanjutkan S2 dan S3 di Delft University of Technology, Belanda. Usai menyelesaikan gelar doktor, perusahaan minyak ternama di Belanda, Shell memintanya untuk menemukan
Dr Yogi Ahmad Erlangga, Ilmuwan Matematika Kelas Dunia dari Indonesia Minggu, 15 November 2015 - 13:02 | 373.89k Foto Dr. Yogi Ahmad Erlangga, Ilmuwan Matematika Dunia dari Indonesia.
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Sejak tahun 2016 lalu, di Indonesia cukup ramai sosok Dr. Yogi Ahmad Erlangga yang disebut-sebut sebagai pemecah persamaan Helmholtz—sebuah persamaan matematika tersulit di dunia. Beliau menyelesaikan persamaan tersebut pada disertasi di TU Delft Belanda. Orang-orang pun bangga, dan membagikan berita ini ke mana-mana. Mungkin agan-agan juga ikut nge-share berita matematika paling sulit di dunia dan tidak terpecahkan selama lebih dari 30 tahun berhasil diselesaikan oleh ilmuwan Indonesia! Tapi, ada kesalahpahaman di sini gan. Persamaan Helmholtz itu bukan persamaan matematika paling sulit di dunia, dan solusinya pun sudah ada sejak dahulu kala. Agan juga bisa lihat lebih detil tentang persamaan Helmholtz dan penyelesaiannya di Wikipedia. Nah loh. Jadi, yang dilakukan oleh Dr. Yogi Erlangga ini adalah metode alternatif buat penyelesaian persamaan Helmholtz secara numerik. Dengan metode alternatif ini, perhitungan persamaan Helmholtz bisa jadi lebih cepet. Jangan disalahpahami ya gan. Beliau menemukan alternatif solusi, bukan menyelesaikan persamaan Helmholtz setelah kebuntuan para ilmuwan selama 30 tahun. Selain metode yang ditemukan oleh Dr. Yogi ini, ada banyak juga alternatif penyelesaian lain. Ada juga beberapa orang yang terlalu berlebihan bilangAndai saja ia mematenkan hasil temuannya tersebut, mungkin ia akan mendapatkan uang yang sangat besar. Padahal, formula matematika ngga bisa dipatenkan. Bentuk umum persamaan Helmholtz tu kayak gini Bentuk persamaan ini sering muncul pada fenomena fisika yang melibatkan persamaan diferensial parsial pada ruang dan waktu. Agan-agan yang berkecimpung di dunia eksakta pasti sering ketemu sama persamaan Helmholtz ini. Dengan bantuan metode baru yang ditemukan oleh Yogi Erlangga, penyelesaian numerik untuk persamaan Helmholtz pada banyak kasus akan menjadi lebih cepat. Maka dari itu, perusahaan minyak kayak Shell tertarik untuk mendanai penelitian Yogi Erlangga itu. Persamaan Helmholtz digunakan dalam analisis hasil pengukuran data akustik dalam proses pencarian sumber minyak, dan banyak lagi manfaat dan potensi lainnya karena Helmholtz juga dapat diaplikasikan pada jenis gelombang lain. KESIMPULAN 1. Persamaan Helmholtz udah ada penyelesaiannya dari dulu 2. Dr. Yogi Erlangga menemukan alternatif solusi persamaan Helmholtz dengan metode numerik yang lebih cepat 3. Banyak yang salah pahamKalo menurut agan gimana?Bagikan info ini ke temen-teman agan, biar ngga pada salah paham lagi yaUntuk pembahasan lebih lengkapnya, agan bisa baca-baca di SUMBER 12 3***Kasih bintang 5 ama cendolnya ya gan! 04-03-2018 2029 4iinch dan anasabila memberi reputasiDiubah oleh fajrulfa 04-03-2018 2033
Yogi Ahmad Erlangga, Sang Penemu Teori Matematika Dunia Asal Indonesia – Sang tokoh sekarang menjadi buruan para konglomerat dunia bisnis perminyakan dan universitas-universitas kelas wahid pun tak ketinggalan mengincarnya supaya bisa hadir di kampusnya untuk menggelar kuliah media elektronik pun berlomba-lomba mengundangnya untuk acara Talk Show. Orang Tasikmalaya ini berhasil memecahkan rumus matematika Persamaan Helmholtz yang membelenggu para pakar ilmu pengetahuan dan teknologi selama 30 tahun tak seorang pun mampu memecahkannya. ’Banyak pakar yang menghindari penelitian untuk memecahkan rumus Helmholtz ini karena memang sangat sulit dan rumit,’’ kata sarjana yang cum laude S1 dan S2 di ITB ini. Ketika beliau melanjutkan S3-nya di Belanda, dosen penerbangan dari ITB ini, tertantang oleh perusahaan minyak Shell yang minta bantuan DUT Delft University of Technology untuk memecahkan rumus Helmholtz. Setelah mengadakan riset dengan menghabiskan dana sekitar 6 milyar yang dibiayai Shell, berkat kejeniusannya akhirnya rumus itu mampu beliau pecahkan, yang mencengangkan dunia iptek, dan mendapat ucapan selamat dari universitas di Eropa, Israel dan USA. Berdasarkan hasil temuannya ini membuat banyak perusahaan minyak dunia sangat senang dan meminta bantuannya. Pasalnya, dengan rumus itu mereka dapat 100 kali lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi melalui gelombang elektromagnetik yang dipantulkan dari perut bumi dengan akurasi yang sangat tinggi. Andai saja Yogi mau mematenkan hasil temuannya, mungkin ia akan mendapat uang yang sangat besar. Tapi ilmuan muda bernama lengkap Yogi Ahmad Erlangga menolaknya termasuk menamakan termuannya itu dengan Erlangga Equation. Mematenkan temuan ini justru akan menghambat perkembangan ilmu pengetahun selanjutnya. Thesis S3 yang disusun di Jurusan Matematika kampus yang sama di Delft, terpilih sebagai thesis terbaik di Belanda oleh MNC Baca Juga Bermula dari Radio, Thayeb Mohammad Gobel Menjelma Sebagai Pelopor Industri Elektronik di Indonesia Baca Juga 7 Deretan Wanita Tangguh di Dunia IT Baca Juga Apakah Matematika Diciptakan atau Ditemukan? Baca Juga Penemu Teori Evolusi “Saya ingin temuan ini dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena itu hak manusia. Hak ini bisa dijamin jika ilmu dimiliki publik dan bersifat open source ” kata Yogi merendah. Industri yang bisa mengaplikasikan rumus ini antara lain industri radar, penerbangan, kapal selam, penyimpanan data dalam blue ray disc keping DVD super yang bisa memuat puluhan gigabyte data, dan aplikasi pada laser, serta ilmu lainnya yang berkaitan dengan gelombang elektromagnetik. Buku mengenai persamaan Helmholtz yang dibuatnya saat masih di Belanda pun, laris manis dalam waktu singkat. ’Tinggal satu buku dan saya tak punya fotokopinya lagi,’’ Khusus untuk ITB, sambung pria kalem kelahiran Tasikmalaya 8 Oktober 1974, obsesinya adalah ingin ITB bisa lebih besar ITB menjadi perguruan tinggi terbesar dan berpengaruh di Asia. Karena, kalau hanya terbesar di Indonesia saja, sejak dulu juga sudah begitu serta ingin melihat bangsa Indonesia maju dihormati bangsa lain. ’Saya pun masih memiliki obsesi pribadi. Keinginan saya adalah ingin melakukan penelitian tentang pesawat terbang yang menjadi spesialisasinya Aeronotika dan Astronotika, perminyakan, dan biomekanik,’’ kata pemenang penghargaan VNO-NCW Scholarship dari Dutch Chamber of Commerce itu yang punya kebiasaan shalat lima waktu di masjid. Dr. Yogi Ahmad Erlangga, sekarang Dosen di Alfaisal University, Riyadh, Arab Saudi ini mendapat julukan Habibie Muda karena penemuannya yang spektakuler di bidang matematika. Kehadiran Dr. Yogi Ahmad Erlangga yang bersedia berkarya di Alfaisal University, Riyadh, Arab Saudi juga merupakan kebanggan tersendiri bagi Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi. Dulu, BJ Habibie menemukan rumus yang mampu mempersingkat prediksi perambatan retak hingga mendapat julukan Mr. Crack. Banyak industri penerbangan di berbagai negara memakai rumus penemuan Habibie tersebut, termasuk NASA di Amerika, kini, Dr. Yogi Ahmad Erlangga meneruskan kehebatan Habibie dengan menemukan dan memecahkan rumus persamaan Helmholtz. Selamat kang Yogi dan Jayalah Indonesia. Info ruanglab lainnya Kenali, Apa itu Bioinformatika? Ilmuwan Asal RI Penemu Alat Pembunuh Kanker Kisah Inspiratif Elang dan Kalkun, Pentingnya Bekerja Keras Dalam Hidup Kisah Pencetus Teori Atom Pertama Di Dunia Rahmah El Yunusiyah Pendiri Diniyah Putri, Menginspirasi Al-Azhar
Mathematical research at Delft University of Technology Netherlands is making it easier to look for oil. Yogi Ahmad Erlangga, who receives his doctorate on Thursday 22 December, has developed a method of calculation which enables computers to solve a crucial equation much faster. In the past, this stumped oil company computers. Funded by Shell and SenterNovem, Erlangga's research is pure mathematics. It all centres on the so-called Helmholtz equation. Solving this is important in interpreting the acoustic measurements taken when prospecting for oil. Sound waves are transmitted into the ground and their reflections recorded as they return to the earth's surface. Analysis of this data enables specialists to locate oil deposits. In the past, these measurements have been taken two-dimensionally. Effectively, the earth was surveyed as a series of flat layers. But the oil companies would rather use a faster method involving three-dimensional blocks. Until recently, though, their computers were not powerful enough to do that. Solving the Helmholtz equation requires huge arithmetical capacity. As part of his PhD research, Erlangga has succeeded in making the method of calculation used to solve the Helmholtz equation a hundred times faster. And that finally makes it possible for firms like Shell to use 3D calculations when prospecting for oil. So it seems highly likely that oil companies will express an interest in exploiting Erlangga's work. But other applications are also conceivable. This is because the Helmholtz equation is used to describe many kinds of wave. Not just acoustic ones, as in the oil example, but also electromagnetic waves including visible light. It is quite feasible, therefore, that Erlangga's work could be applied to lasers – in data storage on a Blu-ray Disc, for example – or to radar measurements in aviation. “Given the responses we have had from industry and foreign universities,” says Dr Kees Vuik, Erlangga's PhD supervisor, “we believe that a thirty-year-old problem has been solved in this work.” Source Delft University of Technology Citation Dutch mathematician simplifies the search for oil 2005, December 23 retrieved 14 June 2023 from This document is subject to copyright. Apart from any fair dealing for the purpose of private study or research, no part may be reproduced without the written permission. The content is provided for information purposes only.
Lulus dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Yogi Ahmad Erlangga adalah seorang ilmuwan muda Indonesia peraih gelar doktor dari Universitas Teknologi Delft, Belanda. Gelar ini diraihnya pada usia 31 tahun. Pada Desember 2001, Dr. Yogi mengajukan diri untuk melakukan riset terhadap Persamaan Helmholtz kepada Universitas Teknologi Delft. Beliau berhasil menemukan solusi atas Persamaan Helmholtz pada Desember 2005. Metode baru yang ditemukannya untuk menyelesaikan Persamaan Helmholtz membuat banyak perusahaan minyak dunia bersuka cita. Sebab, perusahaan minyak dapat lebih cepat dalam menemukan sumber cadangan minyak di perut bumi. Rumus ini juga dapat diaplikasikan di berbagai industri seperti industri radar, penerbangan, dan kapal selam. Selain itu, Persamaan Helmholtz juga diterapkan pada teknologi Blu-Ray, yang membuat keping Blu-Ray bisa memuat data dalam jumlah yang jauh lebih besar. Saat ini, Dr. Yogi mengabdikan ilmunya sebagai Assistant Professor di Zayed University, UAE back to Tim Mentor
dr yogi ahmad erlangga